KEARIFAN LOKAL: CANDI JAWI
CANDI JAWI
Sejarah Candi Jawi
Candi merupakan peninggalan sejarah agama Hindu dan Budha yang banyak dijumpai di Indonesia. Salah satunya adalah Candi Jawi yang terletak di Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Candi ini dibuat pada tahun 1300 Masehi atau abad ke-13. Candi Jawi merupakan bangunan suci peninggalan kerajaan Singhasari yang dibangun dengan perpaduan antara Syiwa dan Buddha. Candi Jawi terbilang sangat unik dengan adanya relief di dindingnya. Sayangnya, relief ini hingga saat ini belum bisa dibaca. Pahatannya yang terlalu tipis serta kurangnya informasi pendukung membuatnya sulit untuk diterjemahkan.
Candi ini digunakan sebagai tempat pendharmaan raja Kertanegara juga merupakan tempat perabuan jenazah Kertanegara. Hal tersebut diduga karena desa tersebut sangat patuh dengan Kertanegara serta memiliki penganut Syiwa Buddha yang sangat banyak.
Candi ini digambarkan terdiri atas tiga tingkatan. Pertama, kaki candi yang merupakan bagian terbawah dari candi yang melambangkan manusia yang masih dikuasai nafsu rendah seperti keserakahan, kebohongan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hawa nafsu.
Kedua, badan candi yang merupakan lambang dari usaha manusia untuk mengalahkan nafsu keduniawian. Terakhir, atap candi merupakan lambang dari kehidupan manusia yang sudah mencapai tingkat kesempurnaan.
Candi Jawi menghadap ke Gunung Penanggungan, tempat yang dianggap paling suci dan tinggi oleh masyarakatnya. Sementara itu, pintu candi yang menghadap ke timur menegaskan bahwa candi ini bukan tempat pemujaan atau pradaksina atau upacara penghormatan terhadap dewa.
Komunitas
• Penduduk sekitar Candi Jawi
• Pelajar, mahasiswa, atau remaja
• Anak-anak
• Orang dewasa
Dampak Bagi Masyarakat Sekitar
Saat ini, Candi Jawi dijadikan sebagai obyek wisata yang memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, seperti perekonomian, pendidikan, sosial budaya, dan lingkungan alam.
Dengan adanya Candi Jawi sebagai obyek wisata, maka hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Karena tempat tersebut selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, masyarakat sekitar dapat membuka bisnis dan kegiatan ekonomi lainnya dengan sasaran pelanggannya adalah wisatawan dari Candi Jawi. Candi Jawi dapat dijadikan sebagai tempat edukasi bagi wisatawan, terutama bagi pelajar yang ingin mempelajari sejarah bangsa Indonesia.
Di era globalisasi ini, banyak budaya tradisional yang semakin luntur bahkan sampai tidak dikenal oleh warga bangsa sendiri. Namun, berbeda dengan kearifan lokal di Candi Jawi, karena setiap malam bulan purnama terdapat atraksi wisata berupa tari-tarian tradisional dan drama kolosal legenda asal muasal Candi Jawi yang dapat dinikmati wisatawan dan sering disebut dengan Pentas Seni Bulan Purnama. Kegiatan tersebut selain bertujuan untuk hiburan juga sebagai sarana pelestarian serta pengembangan budaya dan kesenian tradisional bangsa Indonesia. Warga sekitar Candi Jawi juga turut menjaga dan melestarikan keutuhan serta keadaan candi tersebut dengan cara mengadakan kerja bakti atau gotong royong, agar Candi Jawi tetap terjaga dan tetap menjadi tempat sejarah yang penting dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Selain itu, Candi Jawi juga dapat menambah keindahan lingkungan alam pada tempat tersebut. Karena Candi Jawi terletak di lereng gunung welirang, sehingga dengan adanya Candi Jawi pemandangan di tempat tersebut semakin indah.
Dari adanya paparan di atas, meskipun era globalisasi pada saat ini membawa perubahan dan dampak terhadap budaya dan kesenian tradisional bangsa Indonesia, masyarakat sekitar Candi Jawi tetap menjaga, melestarikan, dan mengembangkan aset penting bangsa yaitu peninggalan sejarah, kebudayaan, dan kesenian tradisional. Kita sebagai penerus bangsa juga harus tetap melakukan hal-hal tersebut agar kekayaan bangsa Indonesia tidak luntur dan tetap terjaga hingga seterusnya.
Lokasi Candi Jawi
Untuk mencapai lokasi candi ini harus berkendara sekitar 40 menit dari Surabaya. Apabila naik bus dari arah Surabaya maupun Malang dan ingin berkunjung ke candi ini, anda bisa turun di Terminal Pandaan lalu naik angkutan Jurusan Tretes atau Trawas kemudian turun di depan Komplek Candi Jawi.
Lokasi: Jl. Raya Candiwates, Jawi, Candi Wates, Kec. Prigen, Pasuruan, Jawa Timur 67157
Candi Jawi
0821-4333-5600
https://maps.app.goo.gl/3DbuS7SEyNEV7osX6
Sumber:
https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/63323
https://www.pasuruankab.go.id/potensi-59-candi-jawi.html
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi link di bawah ini:
Instagram: https://instagram.com/silviiftrh?igshid=YmMyMTA2M2Y=
https://wa.wizard.id/146980




wahhh menarik sekalii
BalasHapusada biaya untuk masuknya kah kak?
BalasHapusSip. Perlu di kenalkan di kalangan muda
BalasHapusMasyaallah bagus sekali
BalasHapuskearifan lokal yang perlu dipertahankan
BalasHapusapakah jika tidak malam bulan purnama ada atraksi wisata?
BalasHapusBukanya sampai jam berapa?
BalasHapusWow bagus sekali
BalasHapusTiket masuknya berapa
BalasHapuskeren meskipun sudah era globalisasi tetap terjaga kelestariannya!!
BalasHapusHarus dilestarikan sihh ini
BalasHapusWow bagus banget ya, untuk tiket masuknya harganya berapa?
BalasHapusApa ini terbuka untuk umum?
BalasHapusWah seru banget bisa belajar tentang sejarah
BalasHapusKalo ke candi jawi apakah ada tempat oleh oleh?
BalasHapusInfonya sangat membantu
BalasHapusBagus nih buat healing
BalasHapusada biaya masuknya kah kak?
BalasHapusCocok nih buat wisata edukasi
BalasHapusapa ada tempat buat parkir
BalasHapusWah cocok nih buat tujuan study tour anak sekolahanπ
BalasHapusSejarah peninggalan nenek moyang memang perlu disampaikan kepada orang lain yang belum mengetahaui, oleh karena itu materi diatas dapat di share kepada orang lain dan dapat dijadikan referensi untuk study tour
BalasHapusπππππ
BalasHapusSangat bagus untuk pengenalan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang ingin mengetahui tentang artefak candi. Apalagi candi jawi adalah situs peninggalan dari kerajaan Singasari yang harus dilestarikan dan di budayakan.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusBagus bisa buat referensi kunjungan kesana , untuk mengetahui peninggalan jaman dahulu
BalasHapusjadi pingin kesana
BalasHapusBagus banget tempatnya
BalasHapus